Menjadi tuhan dengan mengatakan bencana alam itu bala

Setiap kali berlakunya bencana, maka akan ada sekelompok manusia menuding jari kepada tuhan. Katanya tuhan sudah dilupakan, dilanggar, dan dikhianati sehingga turunnya bala bencana.

Sebagai manusia yang beragama, sudah tentulah kita percaya semua yang berlaku di atas kehendakNya. Maka semua bencana dan kenikmatan berlaku di atas kehendakNya, dan cuma Dialah yang tahu. Sebagai hamba, apa yang dirancangNya berada di luar kemampuan fikir kita.
Melainkan kita dihubungi terus olehNya, maka tiadalah wajar kita memetik tuhan untuk segala bencana.

Di mana simpati di hati; ketika orang sedang berada dalam kesusahan, maka kita tuding jari kepada mereka mengatakan mereka adalah orang-orang yang mungkar kepada tuhan. Ketika manusia sedang bergelut untuk menyelamatkan nyawa dan harta, kita memberitahu neraka sedang menunggu mereka. Bagaimana cara orang-orang seperti ini berfikir?

Kita tidak dapat melihat kerja-kerja tuhan, tapi kita boleh melihat kerja-kerja manusia yang menyebabkan bencana. Bukankah bencana-bencana ini disebabkan tangan-tangan manusia? Hutan ditebang, sistem perparitan yang lemah, pembangunan yang tak bertanggungjawab.
Bencana turun di mana-mana, di Malaysia negeri Kelantan yang terkenal dengan gelaran serambi Makkah pernah menerima banjir besar. Di dunia, Ka’abah pernah menerima banjir. Adakah kita ingin kata bencana-bencana itu kerana tuhan murka pada masyarakat setempat? Cuma tuhanlah yang tahu.

Bencana juga pernah turun sebelum pandemik melanda, ketika saf masih rapat. Tiadalah kita mengetahui apa sebab dan hikmah disebalik bencana, namun ada pula yang menuduh tuhan membayar ‘cash’.

Pentingnya kita sebagai manusia untuk lebih banyak bersifat simpati berbanding menghukum orang lain. Tiadalah kita lebih mulia berbanding orang lain untuk menjadi jurucakap tuhan. Kita juga tidak tahu bila kita akan ditimpa bencana serupa, tentulah kita akan marah jika kita dituduh berkumpul dengan kemaksiatan ketika ditimpa bencana.

Adalah lebih baik kita mendoakan masyarakat yang sedang ditimpa musibah untuk dipermudahkan urusan. Kita juga berdoa semoga kita semua dijauhkan dari bala dan bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.